Sunat dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Klinikkingcare.com

Sunat atau khitan atau sirkumsisi (Inggris: circumcision) adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis. Frenulum dari penis dapat juga dipotong secara bersamaan dalam prosedur yang dinamakan frenektomi.

Ada beberapa manfaat sunat dari sisi medis, antara lain:

  • Sunat membuat kesehatan penis lebih terjaga. Penis yang disunat lebih mudah dibersihkan, sehingga kesehatannya lebih terjamin dibandingkan yang tidak disunat.
  • Sunat mengurangi risiko infeksi penyakit seksual menular seperti herpes atau sifilis, bahkan HIV/AIDS.
  • Sunat mencegah terjadinya penyakit pada penis seperti nyeri pada kepala atau kulup penis yang disebut fimosis. Ini adalah kondisi saat kulup penis yang tidak disunat sulit untuk ditarik. Kondisi ini bisa menyebabkan radang pada kepala penis yang disebut balanitis.
  • Sunat dapat mengurangi risiko infeksi saluran kemih yang dapat merujuk kepada masalah ginjal. Infeksi ini umumnya lebih sering terjadi pada orang yang tidak menjalani sunat.
  • Sunat mengurangi risiko kanker penis.
  • Mengurangi risiko kanker serviks pada pasangan.

Di beberapa wilayah di Pulau Timor, dikenal sunat tradisional dengan ritual sifon. Sunat tradisional dan ritual Sifon yang dilakukan di beberapa wilayah di pulau Timor, khusunya oleh orang-orang Atoni Meto dan juga oleh masyarakat kabupaten Belu, rentan menimbulkan masalah kesehatan. Selain infeksi dan pendarahan, peluang meluasnya kejadian penyakit menular seksual pun sangat besar.

Dikutip dari majalah kesehatan medika star, dr. Stef Soka, Sp.B yang merupakan kepala bagian bedah Rumah Sakit Umum Prof. W. Z. Yohanes, Kupang menuturkan bahwa sunat (sirkumsisi) pada dasarnya baik untuk kesehatan terutama untuk kebersihan alat kelamin. Namun, sunat tradisional yang dilakukan oleh masyarakat di wilayah tertentu di pulau Timor terkadang menimbulkan masalah kesehatan karena kurang memperhatikan unsur kebersihan dan standar prosedur.

Dari sisi peralatan, sunat tradisional yang menggunakan pisau atau sembilu yang kurang steril bisa menimbulkan infeksi. Ditambah prosedur tindakan operasi yang kurang memperhatikan aspek hiegenisitas dan sanitasi, akan memperbesar peluang terjadinya infeksi sekunder.

Sunat tradisional memang hanya menghasilkan sedikit pendarahan karena prosesnya tidak mengenal istilah jahit pasca pemotongan. Bagian yang dipotong pun hanya bagian atas (membentuk potongan huruf V) di bagian atas dari gland penis yang minim vaskulerisasi. Namun, bukan tidak mungkin sunat tradisional bisa menimbulkan pendarahan yang luar biasa karena proses operasi yang kurang profesional.

Selain menjadi bagian dari kepercayaan agama tertentu, sunat juga penting untuk kesehatan. Karena sunat mempunyai keuntungan mencegah penyakit-penyakit tertentu, misalnya kanker penis; dan untuk menjaga kebersihan sehingga terhindar dari masalah infeksi saluran kencing akibat kondisi yang kotor. Selain itu, sunat dapat mencegah terjadinya mikrolesi saat melakukan hubungan badan (koitus) karena kulup rentan terhadap gesekan yang bisa menimbulkan mikrolesi yang mempercepat terjadinya penularan penyakit menular seksual (PMS).

Saat ini dikenal dua metode sunat, yakni laser dan pemotongan konvensional. Sunat dengan laser bisa meminimalisir efek pendarahan tapi bisa menyebabkan luka bakar derajat dua, sehingga proses penyembuhan bisa menjadi lebih lama. Sedangkan metode konvensional yang menggunakan pisau mempunyai kelemahan di mana pendarahannya lebih banyak. Waktu pemulihan (penyembuhan) luka untuk kedua metode ini relatif sama, kecuali ada komplikasi, misalnya luka bakar, atau hematom pada proses konvensional. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *